Cara Baru Mengerjakan Soal UN 2013

Posted by Online Consultant on Wednesday, March 13, 2013

Penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) dengan sejumlah kebijakan baru yang tertuang dalam Prosedur Operasi Standar (POS) UN 2013, menuntut siswa cermat dalam mengerjakan ujian nasional yang digelar secara tertulis. Selain diberlakukannya 20 paket soal ujian, Ujian Nasional 2013 juga menggunakan sistem barcode yang menuntur peserta perlu mengikuti tahapan kerja sebelum mulai mengerjakan soal. Cara yang termuat dalam tahapan kerja tersebut tergolorong baru dalam mengerjakan Soal UN.

Peserta yang tidak memastikan bahwa ia menjawab pada lembar jawaban ujian nasional(LJUN) secara benar, akan mendapat nilai yang jelek, karena saat dipindai, komputer akan keliru membaca. Tahapan kerja ini sudah dicantumkan oleh pihak Kembikbud dalam Prosedur Operasi Standar (POS), demikian seperti ditegaskan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemdikbud Khairil Anwar Notodiputro di Jakarta, Rabu (27/2).



Berikut kami sampaikan tahapan kerja yang harus dilakukan siswa sebelum mulai mengerjakan soal:

  • Pertama, peserta harus memastikan bahwa antara naskah soal dan LJUN masih bersatu. Kalau sudah dalam keadaan terpisah, peserta wajib melaporkannya kepada pengawas dan meminta ganti. “Jangan sampai peserta ambil risiko, tetap mengambil naskah soal dan LJUN yang sudah terpisah itu. Harus diganti dengan yang masih dalam kondisi bersatu,” tegas Khairil.
  • Kedua, pastikan pula bahwa naskah soal dan LJUN tidak dalam kondisi rusak. Peserta perlu memperhatikan satu per satu lembar pada naskah soal dan memastikan bahwa tidak ada satupun soal yang rusak atau tidak terbaca. Mengapa tahapan ini penting? Khairil menjelaskan, karena jika ia menemukan soal yang rusak di tengah-tengah proses pengerjaan soal, peserta harus meminta naskah soal dan LJUN yang baru. Itu artinya, peserta harus menjawab dari nomor satu lagi.

    “Padahal mungkin dia sudah mengerjakan hingga nomor 20 dan menemukan soal yang rusak pada nomor 21. Jadi, kami minta kepada mereka pastikan betul bahwa naskah soal dan LJUN dalam keadaan baik. Dia tidak boleh mulai mengerjakan soal, sebelum melakukan urutan kerja ini,” tambahnya.
  • Ketiga, begitu peserta telah memastikan bahwa naskah soal dan LJUN dalam keadaan masih bersatu dan tidak rusak, ia wajib menuliskan identitas di naskah soal dan LJUN. Setelah diisi, peserta diperbolehkan melepaskan LJUN dari naskah soal. Langkah ini penting untuk mengantisipasi tertukarnya naskah soal dengan LJUN. “Bisa jadi saat anak sedang mengerjakan, ada angin besar dan menerbangkan naskah soal serta LJUN sehingga tertukar satu dengan yang lain. Tetapi kalau sudah ada nama di naskah soal dan LJUN pasti tidak akan tertukar,” ungkap Khairil.

Untuk itu, ia mengimbau kepada seluruh peserta, termasuk pengawas dan kepala dinas setempat mengikuti tahapan kerja ini dan menyosialisasikan dengan baik, sehingga tidak ada peserta yang dirugikan. “Sosialisasi mengenai hal ini sudah kami lakukan dan kami minta agar POS dibaca dengan baik,” imbuhnya.


{ 0 comments... read them below or add one }

Post a Comment