Sbmptn vs Snmptn

Posted by Online Consultant on Thursday, May 16, 2013

Sebenarnya apa dan bagaimana maksudnya Pemerintah mengganti istilah dan sistem seleksi Snmptn jalur tertulis dengan Ujian Sbmptn? Hal itulah yang menjadi pemikiran penulis tentang penggantian nama seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN) yang bersifat nasional itu. Banyak yang mengatakan bahwa Sbmptn atau Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri sebagai pengganti Snmptn tertulis yang dihapuskan. Namun benarkah sistem seleksi ini dihapus? Artikel yang kami sajikan akan mencoba menjawab berbagai pertanyaan tersebut.

Apabila kita mengamati sistem seleksi yang diberlakukan pada Sbmptn 2013 yang mulai melakukan kegiatan pendaftaran pada 13 Mei, sebenarnya tidak (jauh) berbeda dengan sistem Snmptn (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) jalur ujian tulis. Coba kita amati peraturan Sbmptn dibawah ini :



Seleksi bersama dalam penerimaan mahasiswa baru di lingkungan PTN menggunakan pola ujian tertulis secara nasional yang selama ini telah dilakukan menunjukkan berbagai keuntungan dan keunggulan, baik bagi calon mahasiswa, PTN, maupun bagi kepentingan nasional. Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) tetap menyelenggarakan ujian tertulis sebagai salah satu bentuk seleksi masuk PTN selain Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Seleksi yang mengedepankan asas kepercayaan dan kebersamaan ini disebut Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Selain untuk lulusan tahun 2013, SBMPTN dilaksanakan untuk memberi kesempatan kepada lulusan SMA/MA/SMK/MAK tahun 2011 dan 2012, untuk mengikuti seleksi pada tahun 2013.

Apabila kita menganalisis peraturan tersebut maka kesimpulan kita, Snmptn tulis dengan Sbmptn tidaklah berbeda. Dalam buku panduan Snmptn 2008 yakni panduan tahun pertama seleksi ini mulai digelar dinyatakan : Snmptn adalah kegiatan seleksi calon mahasiswa untuk memasuki Perguruan Tinggi Negeri yang bersifat nasional dengan pola ujian tulis dan ujian keterampilan khusus bagi program studi tertentu. (Buku Panduan Peserta Snmptn - 2008 Wilayah Barat).

Paling yang berbeda adalah para pengelolanya, kalau Snmptn dikelola oleh Panitia Snmptn yang ditunjuk dan mewakili Pemerintah atau dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dengan Dirjen Dikti-nya. Sedangkan Sbmptn dikelola oleh Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) yang tentu saja bukan Pemerintah, mereka lebih merupakan paguyuban. Pengelolaan ini bisa dipersamakan dengan Spmb (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru), Umptn, Sipenmaru, Proyek Perintis, dan bahkan Skalu.

Cukup jelas kiranya bahwa Sbmptn dengan Snmptn jalur tertulis tidak berbeda. Baiklah mari kita lanjutkan mempelajari bagian-bagian penting dari Ketentuan Sbmptn 2013.

Menurut Panitia, Ujian tertulis Sbmptn menggunakan soal ujian yang dikembangkan sedemikian rupa sehingga memenuhi persyaratan validitas, tingkat kesulitan, dan daya pembeda yang memadai. Soal ujian tertulis SBMPTN dirancang untuk mengukur kemampuan umum yang diduga menentukan keberhasilan calon mahasiswa di berbagai jurusan, yakni kemampuan penalaran tingkat tinggi (higher order thinking), yang meliputi potensi akademik, penguasaan bidang studi dasar, bidang saintek dan atau bidang sosial dan humaniora. Selain mengikuti ujian tertulis, peserta yang memilih program studi Ilmu Seni dan atau Keolahragaan diwajibkan mengikuti ujian keterampilan.

SBMPTN 2013 adalah mekanisme seleksi masuk PTN melalui Ujian Tertulis dan atau Keterampilan yang dilaksanakan secara serentak di 62 PTN (Perguruan Tinggi Negeri), baik PTN yang dikelola oleh Kemdikbud atau Kemenag.

Dalam aturan Sbmptn dipersyaratkan bahwa dalam pendaftaran, siswa peserta harus lulus dari Satuan Pendidikan dan Ujian Nasional SMA/MA/SMK/MAK atau yang setara tahun 2011, 2012, dan 2013. Lulusan tahun 2011 dan 2012 memiliki ijazah SMA/MA/SMK/MAK atau yang setara. Untuk lulusan tahun 2013 sekurang-kurangnya telah memiliki Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) dari Kepala Sekolah yang dilengkapi dengan pasfoto terbaru yang bersangkutan dan dibubuhi cap sekolah. Selain itu, mereka harus memiliki kesehatan yang memadai sehingga tidak mengganggu kelancaran proses pembelajaran di program studi.

Sedangkan syarat Penerimaan adakah peserta lulus dari Satuan Pendidikan dan Ujian Nasional, lulus SBMPTN 2013, sehat, dan memenuhi persyaratan lain yang ditentukan oleh masing-masing PTN penerima.

Panitia Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2013 mempercayai pola ujian tertulis secara nasional yang selama ini telah dilakukan menunjukkan berbagai keuntungan dan keunggulan, baik bagi calon mahasiswa, PTN, maupun bagi kepentingan nasional. Bagi calon mahasiswa, Ujian Tertulis sangat menguntungkan karena lebih efisien, murah, dan fleksibel. Hal ini dikarenakan adanya mekanisme lintas wilayah.


Jenis Ujian


Ujian Tertulis

  1. Tes Potensi Akademik (TPA).
  2. Tes Kemampuan Dasar Umum (TKDU) terdiri atas kemampuan Matematika Dasar, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.
  3. Tes Kemampuan Dasar Saintek (TKD Saintek) terdiri atas kemampuan Matematika, Biologi, Kimia, dan Fisika.
  4. Tes Kemampuan Dasar Sosial dan Humaniora (TKD Soshum) terdiri atas kemampuan Sosiologi, Sejarah, Geografi, dan Ekonomi.

Ujian Keterampilan

  1. Ujian keterampilan diperuntukkan bagi peminat Program Studi bidang Ilmu Seni dan Keolahragaan.
  2. Ujian Keterampilan Bidang Ilmu Seni terdiri atas tes pengetahuan dan keterampilan bidang ilmu seni.
  3. Ujian Keterampilan Bidang Ilmu Keolahragaan terdiri atas tes kesehatan dan kesegaran jasmani.
  4. Ujian Keterampilan dapat diikuti di PTN terdekat yang memiliki program studi yang dipilih. Daftar PTN penyelenggara ujian keterampilan secara lengkap dapat dilihat di laman http://www.sbmptn.or.id.


Jadwal Ujian


Jadwal Ujian Tertulis

No.TanggalMata Pelajaran
1 Selasa, 18 Juni 2013 Tes Potensi Akademik (TPA) dan
Tes Kemampuan Dasar Umum (TKDU)
2 Rabu, 19 Juni 2013 Tes Kemampuan Dasar Saintek (TKD Saintek) dan
Tes Kemampuan Dasar Sosial Humaniora (TKD Soshum)


Jadwal Ujian Keterampilan

Ujian Keterampilan dilaksanakan pada hari Kamis dan/atau Jumat, tanggal 20 dan/atau 21 Juni 2013.


Penilaian Hasil Ujian


Ujian tertulis menggunakan soal ujian yang dikembangkan sedemikian rupa sehingga memenuhi persyaratan validitas, tingkat kesulitan, dan daya pembeda yang memadai. Soal ujian tertulis SBMPTN dirancang untuk mengukur kemampuan umum yang diduga menentukan keberhasilan calon mahasiswa di semua program studi, yakni kemampuan penalaran tingkat tinggi (higher order thinking), yang meliputi potensi akademik, penguasaan bidang studi dasar, bidang saintek dan/atau bidang social dan humaniora. Selain mengikuti ujian tertulis, peserta yang memilih program studi Ilmu Seni dan/atau Keolahragaan diwajibkan mengikuti ujian keterampilan.

Penilaian dilakukan secara menyeluruh. Oleh karena itu, setiap mata ujian harus dikerjakan sebaik mungkin dan tidak ada yang diabaikan.

Penilaian hasil ujian menggunakan ketentuan sebagai berikut:

  1. Jawaban BENAR: +4
  2. Jawaban SALAH: -1
  3. Tidak menjawab: 0


Kelompok Ujian


Kelompok ujian tertulis SBMPTN terbagi menjadi 3 (tiga), yaitu:

  1. Kelompok Ujian Saintek dengan mata uji TPA, TKDU, dan TKD Saintek
  2. Kelompok Ujian Soshum dengan mata uji TPA, TKDU, dan TKD Soshum.
  3. Kelompok Ujian Campuran dengan mata uji TPA, TKDU, TKD Saintek, dan TKD Soshum. Setiap peserta dapat mengikuti kelompok ujian Sains, Soshum, atau Campuran.

Keterangan: dalam sistem Snmptn dikenal dengan istilah TPA, Tes Bidang Studi Dasar (TBSD), Tes Bidang Studi IPA, Tes Bidang Studi IPS.


Kelompok Program Studi dan Jumlah Pilihan


1. Program Studi yang ada di PTN dibagi menjadi dua kelompok, yaitu Program Studi Kelompok Saintek dan Program Studi Kelompok Soshum.
2. Peserta dapat memilih program studi sesuai dengan kelompok ujian yang diikuti, yaitu:
1. Kelompok ujian Saintek dapat memilih sebanyak-banyaknya 3 (tiga) program studi dari kelompok program studi Saintek,
2. Kelompok ujian Soshum dapat memilih sebanyak-banyaknya 3 (tiga) progarm studi dari kelompok program studi Soshum, dan
3. Kelompok ujian Campuran dapat memilih sebanyak-banyak 3 (tiga) program studi yang merupakan campuran dari program studi kelompok sainstek dan kelompok program studi kelompok soshum.
3. Urutan dalam pemilihan program studi menyatakan prioritas pilihan.
4. Peserta ujian yang hanya memilih 1 (satu) program studi, dapat memilih program studi di PTN manapun.
5. Peserta ujian yang memilih 2 (dua) program studi atau lebih, salah satu pilihan program studi tersebut harus dari PTN yang berada dalam satu wilayah tempat peserta mengikuti ujian. Pilihan program studi yang lain dapat dari PTN di luar wilayah tempat peserta mengikuti ujian.
6. Daftar wilayah pendaftaran, program studi, daya tampung tahun 2013, dan jumlah peminat program studi tahun 2012 dapat dilihat di laman http://www.sbmptn.or.id mulai tanggal 15 Maret 2013.


Biaya Seleksi Ujian Tertulis dan Keterampilan


1. Biaya seleksi peserta SBMPTN ujian tertulis untuk kelompok ujian Saintek atau Soshum sebesar Rp. 175.000,00, sedangkan untuk kelompok ujian Campuran sebesar Rp 200.000,00.
2. Biaya seleksi untuk ujian keterampilan sebesar Rp 150.000,00 per jenis ujian keterampilan.
3. Biaya seleksi dibayarkan ke Bank Mandiri. Jika dalam suatu daerah tidak ada kantor pelayanan Bank Mandiri, maka biaya seleksi dapat dibayarkan melalui Kantor Pos setempat atau ATM Bersama. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada menu Tata Cara Pembayaran
4. Biaya yang sudah dibayarkan tidak dapat ditarik kembali dengan alasan apapun.

Biaya Sbmptn mengalami kenaikan dibandingkan Snmptn tulis sekira 25%, hal ini dikarenakan menyesuaikan dengan perkembangan terutama dalam tingkat harga-harga.

Demikian informasi perbandingan Sbmptn dengan Snmptn jalur ujian tulis. Semoga artikel ini bisa dimanfaatkan untuk bahan pembelajaran. Amin Ya Rabbal Alamin!


Oleh team Tajug.com:
Drs. Asep R, SH
Dra. Enafa, SE

Sumber-sumber:
- Panitia Snmptn
- Panitia Sbmptn

Copyright © 2013 Tajug.com all rights reserved

{ 0 comments... read them below or add one }

Post a Comment